Minggu, 09 Mei 2010
Erliana Pradita / 3EA01 / 11207422
Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah
Bahasa merupakan suatu alat komunikasi atau penyampaian pesan yang paling efektif. Seperti hal nya di Indonesia, Bahasa Indonesia digunakan di lembaga-lembaga pendidikan. Dalam proses belajar mengajar Bahasa Indonesia digunakan sebagai alat penyampaian pembelajaran. Walaupun terdapat perbedaan seperti sosial budaya pada suatu daerah, bahasa yang digunakan pada suatu daerah, dan lain-lain, tetapi Bahasa Indonesia dijadikan Bahasa Nasional yang digunakan dalam komunikasi baik lisan maupun tulisan. Bahasa lisan adalah bahasa yang dipakai dalam berkomunikasi secara langsung, sedangkan bahasa tulisan digunakan dalam berkomunikasi secara tidak langsung. Bahasa dalam konsep ilmiah terdapat aturan-aturan tersendiri yang harus harus di ikuti untuk berbahasa yang baik dan benar. Dalam Bahasa Indonesia dikenal istilah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). EYD adalah aturan-aturan untuk berbahasa dengan baik dan benar. Bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD atau bisa yang disebut bahasa baku digunakan dalam hal-hal seperti proses pembelajaran, penulisan ilmiah, mengarang, pembicaraan formal, dan lain-lain. Sedangkan Bahasa Indonesia yang tidak baku dapat digunakan dalam situasi santai seperti mengobrol dengan teman.
Label: Bahasa Indonesia 2
Sabtu, 08 Mei 2010
Erliana Pradita / 3EA01 / 11207422
KETIDAKSTABILAN EMOSI (BT)
Permasalahan hidup terkadang membuat kita kehilangan mood atau kita sering mengenalnya dengan BT, hal tersebut dapat disebabkan karena kemacetan lalu lintas, keadaan rumah, kampus atau kantor yang menjengkelkan, keadaan tidak seperti yang kita
inginkan, banyak rencana berantakan, dan lain lain. Memang banyak hal-hal yang membuat perasaan dan suasana hati menjadi tidak enak keadaan dimana emosi kita menjadi kacau.
Terkadang jika dilanda perasaan kesal atau tidak menentu, suasana hati menjadi tidak enak, terkadang kita tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Pokoknya, hati ini terasa ingin marah, cemas, jengkel, bermacam-macam emosi negatif lain bercampur aduk, dalam situasi ini kadang kita ingin sendiri dan tidak ada seseorang pun yang menggangu kita.
Dalam keadaan kondisi emosi tidak stabil seperti ini, membuat hasil kerja tak akan baik, salah-salah hubungan kita dengan orang lain malah bertambah buruk. Pendek kata, tak ada kebaikan yang bisa diberikan oleh perasaan yang tidak stabil.
Jadi sudah semestinya kita bisa meredakan mood yang tidak enak Berikut beberapa tips yang mungkin bisa membantu kita meredakan mood yang buruk atau BT.
1. Sadari bahwa anda sedang mengalami ketidakstabilan Emosi (BT)
Kunci utamanya adalah menyadari bahwa anda sedang dilanda gejolak emosi. Bila anda tahu anda sedang marah, setidaknya anda bisa menolong diri sendiri untuk meredakan kemarahan. ketidakstabilan Emosi (BT) biasanya tidak gampang dijabarkan dengan jelas, tetapi begitu anda mengalami suasana hati yang runyam, segera sadari keadaan itu. Sadari juga efek dari ketidakstabilan Emosi (BT) seperti mutu kerja merosot, kehilangan kustomer, negoisasi gagal, dan banyak lagi yang buruk. Jadi, cepat atasi bad mood anda sebelum mengganggu kerja anda berkepanjangan.
2. Tenangkan diri anda
Saat anda sudah sadar bahwa anda sedang kebakaran dalam api ketidakstabilan Emosi (BT). Sekarang, tenangkan diri anda. Tarik nafas dalam-dalam berulang kali sampai ketegangan dalam diri anda reda. Lakukan relaksasi sederhana, misal, bernafas secara teratur sambil memejamkan mata, mendengarkan musik, coba teguklah 1 gelas air putih, atau manjakan diri anda atau berdoa agar anda diberi kesabaran.
3. Selesaikan persoalan anda sesegera mungkin/cari jalan keluar
ketidakstabilan Emosi (BT), biasanya disebabkan oleh adanya persoalan. Maka menyelesaikan persoalan adalah pemecahan yang jitu. Jika anda bertengkar, segera selesaikan, berdamailah dan saling maaf-memaafkan. Bila anda berbeda pendapat dengan kolega atau atasan, lakukan diskusi dengan kepala dingin. Jika acara anda berantakan, lakukan janji ulang dan susun rencana baru. Jangan biarkan persoalan terus menggantung, itu memperpanjang penderitaan ketidakstabilan Emosi (BT) anda.
4. Bergerak, bergerak, dan bergeraklah
Jangan berdiam diri. Bergeraklah. Lakukan olahraga ringan. Buat diri anda berkeringat dan lelah. Bila anda diam saja, maka "ulat-ulat" emosi akan terus menggerogoti pikiran anda dan membuat anda terbayang-bayang hal yang tidak-tidak. Bergerak, bergerak, dan bergeraklah.
5. Segarkan diri anda.
Intinya sama dengan bergerak, lakukan sesuatu agar diri anda segar. Minum air putih banyak-banyak. Cuci muka dengan air segar. Makan dan minumlah sesuatu yang alami dan segar, seperti jus jeruk. Tetapi jauhi alkohol. Ia takkan banyak membantu, malah memperburuk saja. Jauhi gula, cokelat, makanan yang mengenyangkan, softdrink dan sebagainya. Ini justru membuat anda kenyang, malas dan mengantuk. Kondisi demikian, alih-alih menjernihkan pikiran anda, malah memperbesar "bad mood" anda saja.
6. Jauhi amarah, pikiran dan emosi negatif lain.
Marah dan emosi-emosi negatif itu menghabiskan energi. Bila anda merasa "bad mood" sedang menyerang, kuatkan hati untuk tidak marah. Bersabarlah. Coba pandang wajah "bad mood" anda di cermin. Tak menyenangkan bukan?
7. Bergembiralah dengan teman-teman anda.
Sebaliknya, dekati teman-teman anda yang bisa memberikan kegembiraan. Temukan "refreshing" di sana. Tertawa dan tersenyumlah bersama mereka. Cegah "bad mood" dengan membina hubungan yang baik dan sehat dengan teman-teman anda. Hidup ini lebih mudah dilalui bersama mereka yang ceria ketimbang yang murung. Jangan tenggelam dalam kesedihan.
8. Cobalah lebih sabar dan toleransi kepada keadaan
Sabar adalah menerima dengan ikhlas apa yang terjadi, karena keikhlasan diri atau pikiran akan membuat emosi kita lebih dapat di kontrol.
9. Berusahalah untuk lebih menikmati hidup ini.
Ya, semua "kecelakaan" atau kekacauan itu adalah bagian dari hidup. Terimalah itu apa adanya. Jangan berburuk sangka pada hidup ini. Pasti ada pelajaran di balik semua kesulitan. Nikmati saja.
Memang masalah yang mempengaruhi anda bisa terjadi setiap saat dimana saja, kapan saja, tapi apakah anda mau hari anda berantakan atau membuat hari anda tetap indah. Silahkan tanyakan diri anda, karena anda yang bisa dan mau untuk menjawabnya.
Referensi :
http://www.artikel-indonesia.co.cc/2009/02/ketidakstabilan-emosi-bt.html
Label: Bahasa Indonesia 2
Erliana Pradita / 3EA01 / 11207422
Latihan Bab IV (Deduksi) buku Argumentasi dan Narasi karya Gorys Keraf (no 1-5)
1. Apa yang akan Anda simpulkan dengan mempergunakan data-data berikut :
a. Hasil tahun pertama Pelita I bagi Departemen PUTL adalah : Anggaran yang diterapkan Rp. 33.690.000.000,- Sebelum habis tahun, anggaran itu sudah habis dipakai ; sebab itu, Departemen ini mendapat tambahan anggaran sebesar Rp. 6.365.000.000,-
Jawab :
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa anggaran untuk departemen PUTL adalah sebesar Rp.40.055.000.000,-
b. Departemen P & K :
Anggaran belanja yang diterapkan Rp. 5.500.000.000,- dalam bulan Pebruari 1970 baru digunakan Rp. 2.500.000.000,-
Jawab :
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa Anggaran belanja untuk Departemen P&K masih sisa sebesar Rp. 3.000.000.000,-
c. Departemen Pertanian :
Anggaran yang diterapkan Rp. 6.697.948.200,-
Terpakai Rp. 6.675.415.470,-
Jawab :
Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa Anggaran untuk Departemen pertanian masih sisa sebesar Rp. 22.532.730,-
2. Jalan pikiran di bawah ini mempergunakan corak penalaran yang mana? Benarkah proses penalaran itu?
a. Untuk memahami seorang pemabuk, maka seorang penyelidik harus minum sampai mabuk.
Jawab : silogisme hipotesis (tidak benar).
b. Pemerintah berkewajiban menjaga keselamatan jiwa raga bangsa
Jawab : Silogisme kategorial (benar).
c. Mereka yang melakukan korupsi jutaan rupiah atas uang Negara, diminta untuk menyelesaikan perkaranya di luar pengadilan. Orang-orang semacam itu biasanya orang yang berada dan berkedudukan tinggi. Mat Bagong ditangkap, dipukul dan ditahan berbulan-bulan karena memalsukan kuitansi pengobatan dengan selisih Rp.150,-. Ia akhirnya dijatuhi hukuman penjara tiga bulan. Sebab itu, lebih baik mengkorup uang jutaan rupiah dari pada memalsukan kuitansi yang berjumlah Rp.150,-
Jawab : Rantai deduksi (tidak benar).
3. Tetapkan jenis silogisme berikut :
a. Tiap orang Indonesia termasuk pembayar pajak atau tidak. Ia adalah pembayar pajak. Sebab itu, ia tidak termasuk orang Indonesia yang tidak membayar pajak.
Jawab : Silogisme hipotesis.
b. Seorang yang dikuasai kemarahan akan kehilangan akal sehatnya. Pak Sabar tidak pernah marah sesaat pun. Sebab itu, ia tidak pernah kehilangan akal sehatnya.
Jawab : Silogisme kategorial
c. Mereka yang dari lahir sudah kaya, tidak dapat membayangkan bagaiman menjadi orang miskin. Pak Karta adalah orang yang tidak kaya dari kelahiran. Sebab itu, ia dapat membayangkan betapa menjadi orang miskin.
Jawab : Silogisme alternatif.
d. Semua yang masuk perguruan tinggi adalah mahasiswa. Bejo adalah seorang yang masuk perguruan tinggi. Sebab itu Bejo adalah seorang mahasiswa.
Jawab : Silogisme kategorial.
4. “Karena semua pesawat Garuda yang saya tumpangi adalah pesawat yang bermesin yet, maka semua pesawat milik Garuda adalah pesawat bermesin yet.”
Yang mana dari penalaran berikut paling mirip dengan penalaran di atas? Jelaskan!
a. Karena semua mahasiswa yang telah saya jumpai adalah orang-orang yang cerdas, maka tampaknya hanya sedikit yang akan gagal dalam ujian.
Jawab : Tidak mirip, karena tidak ada keterkaitan.
b. Semua bahasa di dunia yang pernah saya pelajari memiliki kata seru; kata seru ini merupakan unsur primitif dari bahasa yang berbentuk kalimat yang masih bertahan.
Jawab : Tidak mirip
c. Karena semua novel yang ditulisnya cenderung bernada seks, maka agaknya ia tertarik dengan masalah seks.
Jawab : Mirip dengan penalaran di atas.
d. Karena semua buruh di perusahaan itu rajin melaksanakan tugasnya, maka semuanya adalah buruh yang penuh tanggung jawab.
Jawab : Penalaran ini tidak mirip dengan penalaran di atas.
e. Karena semua kapal yang pernah saya tumpangi memberikan pelayanan yang sangat memuaskan, maka semua kapal sangat memuaskan servisnya.
Jawab : Mirip, karena keduanya saling berkaitan.
5. Perluaslah entimem berikut menjadi sebuah silogisme!
a. Ia seorang warga Negara yang baik, sebab setiap ada aksi-aksi sosial untuk kepentingan bangsa ia selalu ikut.
Jawab :
Mayor : seorang warga yang baik adalah selalu ikut setiap ada aksi-aksi sosial untuk kepentingan bangsa.
Minor : Ia adalah seorang warga yang baik.
Konklusi : sebab itu, ia selalu ikut setiap ada aksi-aksi sosial untuk kepentingan bangsa.
Jenis : kategorial
b. Ia pasti seorang ahli dalam bidang matematika, karena ia mengajar matematika di fakultas tersebut.
Jawab :
Mayor : Siapa saja yang ahli dalam bidang matematika adalah yang mengajar matematika di Fakultas tersebut.
Minor : Ia adalah seorang yang ahli dalam bidang matematika.
Konklusi : Sebab itu, ia yamg mengajar matematika di fakultas tersebut ahli dalam bidang matematika.
Jenis : kategorial
c. Kita harus membantu usaha peri kemanusiaan yang telah dicetuskan oleh presiden, karena usaha itu merupakan jalan yang paling baik untuk memajukan putra-putri Irian Jaya.
Jawab :
Mayor : Usaha peri kemanusiaan yang telah dicetuskan oleh presiden adalah untuk memajukan putra-putri Irian Jaya.
Minor : Usaha itu merupakan jalan yang paling baik.
Konklusi : Usaha itu merupakan jalan yang paling baik untuk memajukan putra-putri Irian Jaya.
Jenis : kategorial
d. Mereka menerima syarat kerja itu, karena mengandung pasal-pasal yang memberikan harapan untuk perbaikan nasibnya.
Jawab :
Mayor : Syarat kerja itu mengandung pasal-pasal yang memberikan harapan untuk perbaikan nasibnya.
Minor : Mereka menerima syarat kerja itu.
Konklusi : Mereka menerima syarat kerja itu karena mengandung pasal-pasal yang memberikan harapan untuk perbaikan nasibnya.
e. Ia pasti berhasil dalam dunia usaha internasional, karena ia menguasai lima bahasa dunia.
Jawab :
Mayor : Jika ia menguasai
Minor : Ia menguasai lima bahasa dunia.
Konklusi : sebab itu, ia pasti berhasil dalam dunia usaha internasional.
Jenis : hipotesis
f. Ia harus memasuki perguruan tinggi, karena ia berbakat.
Jawab :
Mayor : Jika ia berbakat, maka ia harus memasuki perguruan tinggi.
Minor : Ia berbakat.
Konklusi : sebab itu, ia harus memasuki perguruan tinggi.
Label: Bahasa Indonesia 2

